Jurnal Agroteknologi
http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/agroteknologi
<p>Jurnal Agroteknologi adalah jurnal yang terbit enam bulan sekali, yaitu di bulan Juli dan Januari. Jurnal ini bergerak dalam bidang Ilmu Tanah, Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Bioteknologi, Konservasi Tanah dan Air, Evaluasi Lahan, serta Kesuburan Tanah dan Pemupukan.</p>Fakultas Pertanianen-USJurnal Agroteknologi2807-7369WAKTU PERENDAMAN SERBUK KAYU JATI DAN KONSENTRASI PUPUK BATUAN SILIKAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus L)
http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/agroteknologi/article/view/2305
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman serbuk kayu jati dan konsentrasi pupuk batuan silikat terhadap pertumbuhan serta hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus L). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu waktu perendaman (0, 24, 36, dan 48 jam) dan konsentrasi pupuk silikat (4 L/ha dan 6 L/ha). Parameter yang diamati meliputi lama penyebaran miselium, waktu kemunculan pinhead, berat buah segar, dan jumlah badan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu perendaman memberikan hasil berbeda nyata pada parameter berat buah segar jamur tiram putih, dimana perlakuan P2 (perendaman 36 jam) menghasilkan berat 106,33 gr. Perlakuan pemberian pupuk batuan silikat memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah badan buah, dengan hasil tertinggi terdapat pada Q1 (dosis pupuk 4 liter/ha) yaitu 22,67 buah. Perlakuan kombinasi P3Q2 (perendaman 48 jam dan 6 L/ha pupuk silikat) memberikan hasil terbaik terhadap lama penyebaran miselium dan jumlah badan buah jamur tiram putih.</p>Datu Jamelela Fathus ZikraWening KusumawardaniHeri Kusnayadi
Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknologi
2026-01-282026-01-286117PENGARUH TEKNIK OLAH TANAH DAN APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI LAHAN TEGALAN
http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/agroteknologi/article/view/2306
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik olah tanah dan aplikasi pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah dilahan tegalan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah teknik olah tanah(T) dan faktor kedua pupuk kandang sapi (P). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor teknik olah tanah terdiri dari 3 taraf yaitu: T0=tanpa olah tanah, T1=olah tanah minimum, T2=olah tanah sempurna. Pupuk kandang sapi terdiri dari 2 taraf yaitu: P1= pupuk kandang sapi 15 ton/ha, P2=30 ton/ha. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tunggal tanpa olah tanah (T) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 21 dan 28 hari setelah tanam (HST) dan tipada umur 14.Kombinasi T0P2 (tanpa olah tanah dan pupuk kandang sapi 30 ton/ha) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan berat 100 polong</p>Saefuddin SaefuddinAde Mariyam OklimaHeri Kusnayadi
Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknologi
2026-01-282026-01-2861826PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MULSA DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum Lycopersicum) VARIETAS COMODOR F1
http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/agroteknologi/article/view/2308
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum) varietas Comodor F1. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik hitam perak) serta dosis pupuk organik cair batuan silikat (5,4 ml/bedeng dan 7,6 ml/bedeng). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman, khususnya pada jumlah daun umur 40 hari setelah pindah tanam (HSPT). Perlakuan mulsa plastik hitam perak cenderung menghasilkan jumlah daun dan berat buah lebih tinggi dibandingkan tanpa mulsa maupun mulsa jerami, karena kemampuannya menjaga kelembapan serta stabilitas suhu tanah. Sementara itu, dosis pupuk organik cair batuan silikat menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil, meskipun dosis 8 L/ha menunjukkan kecenderungan pertumbuhan lebih baik dibandingkan dosis 6 L/ha. Kombinasi perlakuan antara jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair juga tidak menunjukkan interaksi yang signifikan terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman tomat. Secara umum, penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan pengaruh paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat varietas Comodor F1 di lokasi penelitian, sedangkan peningkatan dosis pupuk organik cair batuan silikat belum memberikan hasil optimal pada fase vegetatif.</p>Sapriadi SapriadiIkhlas SuhadaAde Mariyam Oklima
Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknologi
2026-01-282026-01-28612737UJI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS SAWI (Brassica chinensis L.) PADA MEDIA TANAM ORGANIK
http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/agroteknologi/article/view/2309
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh varietas dan media tanam organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica chinensis L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu varietas (Kumala, Tosakan, dan Shinta) dan media tanam (M1: tanah +arang sekam; M2: tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi). Setiap kombinasiperlakuan diulang tiga kali dengan dua tanaman sampel per unit sehingga diperoleh36 sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kotorsegar, dan bobot bersih segar tanaman. Data dianalisis menggunakan sidik ragam(ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5% jika terdapat perbedaan nyata.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa faktor varietas berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 14 HSPT, dengan varietas Tosakan (V2) memberikanpertumbuhan tertinggi. Faktor media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 21 HSPT, di mana media M2 menghasilkan pertumbuhanlebih baik dibanding M1. Interaksi varietas dan media tanam memberikan pengaruhberbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 7, 14, dan 21 HSPT. PerlakuanV2M2 (varietas Tosakan pada media M2) menunjukkan performa terbaik pada faseawal pertumbuhan. Parameter hasil menunjukkan bahwa bobot kotor segar dan bobotbersih segar tanaman tertinggi juga diperoleh pada kombinasi perlakuan V2M2.Sehingga, varietas Tosakan dan media tanam tanah + arang sekam + pupuk kandangsapi merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasiltanaman sawi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dalampemilihan varietas dan media tanam organik untuk mendukung budidaya sawi yangproduktif dan berkelanjutan.</p>Ayu KartiniIeke Wulan AyuWening Kusumawardani
Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknologi
2026-01-282026-01-28613847PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS PUPUK BATUAN SILIKAT CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DI POLYBAG
http://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/agroteknologi/article/view/2310
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang dan dosis pupuk batuan silikat cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca Sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2025. Lokasi penelitian bertempat di Jl. Garuda no 79 Lempeh Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama Pupuk kandang, faktor kedua pupuk batuan silikat cair masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pupuk kandang terdiri dari dua pupuk kandang kambing dan pupuk kandang sapi (KS1) pupuk kandang kambing (KK1). Analisis data menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Perlakuan kombinasi penggunaan pupuk kandang damenunjukkan hasil yang berbeda nyata. Hasil terbaik terletak pada perlakuan pupuk kandang dan pupuk silikat cair, pada semua peubah pertumbuhan tanaman. Perlakuan tunggal penggunaan pestisidan pupuk silikat cair nabati menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah tinggi tanaman (cm) umur 25, 30 dan 35 hari setelah pindah tanam (HSPT), hasil terbaik terletak pada perlakuan kandang kambing, pupuk kandang sapi dan pupuk silikat cair Pada parameter jumlah daun menunjukkan hasil tidak berbeda nyata pada umur 25, 30 dan 35 HSPT, dan Perlakuan kombinasi pupuk kandang dengan pupuk silikat cair memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil terbaik terletak pada perlakuan kombinasi antara pupuk kandang dengan pupuk silikat cair (KS2P2)</p>Heri KusnayadiMaksimilianus KaldondaIkhlas Suhada
Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknologi
2026-01-282026-01-28614873