RESPON TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) PADA PERLAKUAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR BERTEKNOLOGI NANO
Keywords:
POC, Fosfat, Mikroba, Tomat, InceptisolAbstract
Inceptisol merupakan salah satu jenis tanah pertanian yang banyak dimanfaatkan di Indonesia. Namun, penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah, termasuk ketersediaan fosfor dan aktivitas mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk organik cair (POC) berteknologi nano yang diperkaya dengan mikroba terhadap sifat kimia tanah, populasi bakteri pelarut fosfat, serapan fosfor, dan pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Inceptisol. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Venus Orchid, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Januari–Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (pupuk anorganik), P2 (POC 6 ml/10 kg tanah), P3 (POC 20 ml/10 kg tanah), dan P4 (POC 30 ml/10 kg tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berteknologi nano berpengaruh nyata terhadap pH tanah, P tersedia, populasi bakteri pelarut fosfat, serapan P, serta pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan P3 (20 ml/10 kg tanah) memberikan hasil terbaik dengan populasi bakteri pelarut fosfat sebesar 8,91 × 10? cfu g?¹ dan serapan P sebesar 18,54 g tanaman?¹. Populasi bakteri pelarut fosfat berkorelasi positif dengan serapan P tanaman (r = 0,80; R² = 73,98%). Dengan demikian, aplikasi POC berteknologi nano dosis 20 ml/10 kg tanah berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan fosfor serta mendukung pertumbuhan tanaman tomat pada Inceptisol.

