ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN ANAK PENDERITA STUNTING DENGAN METODE PENDAMPINGAN POLA ASUH MAKAN DI DESA KUKIN SUMBAWA

https://doi.org/10.58406/jrktl.v3i2.308

Authors

  • R Rafi’ah STIKES Griya Husada
  • M Mastila STIKES Griya Husada
  • Iga Maliga STIKES Griya Husada

Keywords:

Berat Badan, Metode Pendampingan, Pola Asuh makan, Stunting

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang diakibatkan oleh asupan makanan yang tidak mecukupi dalam
waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan berat badan anak penderita stunting dengan metode
pendampingan pola asuh makan di desa Kukin, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan jenis penelitian pre experimental dengan menggunakan pendekatan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest
Design. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling pada 21 anak usia 1-5 tahun yang menderita stunting.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji SPSS versi 16.0 dengan analisis Uji T-test One Sample, Uji N Gain
Score dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil uji T dengan (Nilai signifikansi 0,000 < 0,05) Nilai IK
95% adalah antara 10,26 sampai 12,32. Berdasarkan hasil analisis karena nilai Probabilitas < 0,05 dengan hasil uji N Gain
Score 58,20% dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna antara barat badan awal dan berat badan akhir pada anak
penderita stunting di Desa Kukin. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa hasil berat badan t-hitung 22,869 ? t-tabel 2,08596,
maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh metode pendampingan pola asuh makan dengan perubahan berat badan.
Oleh karena itu, pola asuh makan dan promosi kesehatan tentang stunting pada ibu untuk meningkatkan status gizi dan
mencegah stunting pada anak.
Kata Kunci: Berat Badan, Metod

Published

2020-12-31

How to Cite

Rafi’ah, R, M Mastila, and Iga Maliga. 2020. “ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN ANAK PENDERITA STUNTING DENGAN METODE PENDAMPINGAN POLA ASUH MAKAN DI DESA KUKIN SUMBAWA”. Jurnal Riset Kajian Teknologi Dan Lingkungan 3 (2):203-8. https://doi.org/10.58406/jrktl.v3i2.308.