https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/issue/feed Jurnal Kependidikan 2026-07-30T20:57:29+07:00 Syafruddin, M.Pd syafruddinfkip@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kependidikan</strong> adalah jurnal ilmiah yang berisikan informasi dan menyebarluaskan hasil penelitian, studi litaratur, ide-ide atas karya inovatif di bidang pendidikan dan pembelajaran yang mampu memberikan konstribusi positif di bidang pendidikan bagi sekolah maupun perguruan tinggi menjadi fokus jurnal ini, adalah (1) Evaluasi dan Penilaian Pendidikan, (2) Pendidikan Karakter, (3) Teknologi dan Kurikulum Pendidikan, (4) Masalah dan Kebijakan Pendidikan, (5) Perencanaan Pembelajaran, (6) Psikologi Pendidikan, dan (6) Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan.</p> https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2541 ANALISIS PRINSIP KERJA SAMA GURU DAN SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH: KAJIAN PRAGMATIK 2026-07-30T18:01:39+07:00 Laila Fiqro lailafiqro@gmail.com Nur Ifansyah ifan.syahnuur@gmail.com Sri Sugiarto srisugiarto@samawa-university.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur guru dan siswa yang mematuhi prinsip kerja sama, (2) bentuk tindak tutur guru dan siswa yang melanggar prinsip kerja sama, dan (3) motivasi guru dan siswa dalam melanggar prinsip kerja sama. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas XI di MAN 2 Sumbawa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data melalui empat tahapan, yakni: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa (1) pematuhan prinsip kerja sama di MAN 2 Sumbawa ditemukan sebanyak 70 data tuturan yang terdiri dari 4 maksim, yaitu: maksim kuantitas 66 data, maksim kualitas 68 data, maksim relevansi 70 data, dan maksim pelaksanaan/cara 66 data, (2) pelanggaran prinsip kerja sama di MAN 2 Sumbawa ditemukan sebanyak 14 data tuturan yang terdiri dari 4 maksim, yaitu: pelanggaran maksim kuantitas 13 data, maksim kualitas 4 data, maksim relevansi 4 data, dan maksim pelaksanaan/cara 9 data, dan (3) motivasi guru dan siswa dalam melanggar prinsip kerja sama adalah karena guru maupun siswa memiliki maksud dan tujuan tertentu. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, seperti: ingin memperjelas atau mempertegas dalam memberikan informasi; ingin menciptakan humor dan mencairkan suasana; ingin memotivasi siswa dalam mengerjakan tugas; kurangnya pemahaman, persiapan, ketertarikan, dan kefokusan siswa terhadap pertanyaan atau materi; spontanitas, gugup, dan siswa ingin aktif di kelas.</p> 2026-07-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Laila Fiqro, Nur Ifansyah, Sri Sugiarto https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2466 EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS SISWA DI SMK NEGERI 3 SUMBAWA 2026-07-02T07:45:48+07:00 SRI SUGIARTO srisugiarto@samawa-university.ac.id Erisya Jannah erisyajannah@gmail.com Syamsul Bahril symasulbahri@samawa-university.ac.id <p>Model problem-based learning berbantuan media interaktif dapat dijadikan salah satu alternatif solusi peningkatan keterampilan menulis siswa. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) dengan dukungan media pembelajaran interaktif dalam hal peningkatan keterampilan menulis teks negosiasi di jenjang SMK. Motivasi studi ini didasarkan pada rendahnya capaian belajar siswa dalam keterampilan menulis teks negosiasi akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional dan media yang tidak kontekstual. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan post-test only control group design, yang melibatkan dua kelompok siswa kelas X di SMK Negeri 3 Sumbawa. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang diberi perlakuan model PBL berbasis media interaktif memperoleh skor rata-rata yang lebih tinggi (79,9) dibandingkan kelompok kontrol (72,6). Uji regresi dan uji-t mengonfirmasi bahwa perlakuan memberikan pengaruh signifikan terhadap capain belajar siswa. Nilai Adjusted R² sebesar 0,134 menunjukkan kontribusi perlakuan terhadap peningkatan capaian belajar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi PBL dan media interaktif secara efektif meningkatkan keterampilan menulis teks negosiasi serta menumbuhkan kemandirian dan keterlibatan siswa. Studi ini merekomendasikan adopsi pendekatan serupa dalam kurikulum pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat vokasional.</p> 2026-07-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 SRI SUGIARTO, Erisya Jannah, Syamsul Bahril https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2467 Model Pengembangan SDM Guru Berbasis Kebijakan Pendidikan Islam pada Sekolah Dasar 2026-07-02T20:08:48+07:00 Indah Susi Irianti 1q100250017@student.ums.ac.id Wahyu Haspri Nur Taryanti q100250018@student.ums.ac.id Iim Fatimah q100250019@student.ums.ac.id Harun Joko Prayitno q100250019@student.ums.ac.id Indri Indri ind693@ums.ac.id <p>Penelitian ini memusatkan kajian pada strategi pengelolaan SDM guru yang diterapkan berdasarkan kebijakan pendidikan Islam di SD Muhammadiyah Plus Semarang, sekaligus menelaah faktor pendukung, hambatan, serta implikasinya terhadap mutu pendidikan dasar Islam. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi kebijakan pengembangan SDM dalam budaya organisasi Muhammadiyah. Data penelitian dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta pengelola yayasan Muhammadiyah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Proses analisis memanfaatkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan tematik. Pengelolaan SDM guru di sekolah tersebut diwujudkan melalui rekrutmen yang berorientasi pada nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pelatihan kompetensi, supervisi akademik, evaluasi kinerja, serta penguatan budaya kerja Islami. Efektivitas strategitersebut dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi Muhammadiyah, dan komitmen guru dalam meningkatkan profesionalisme pendidikan. Di sisi lain, implementasinya masih terkendala oleh keterbatasan anggaran, tingginya beban administratif, serta tuntutan penyesuaian terhadapperubahan kebijakanpendidikan.Secara teoretis,penelitianinimemperkuat pengembangan kajian manajemen SDM pendidikan Islam melalui integrasi konsep Strategic Human Resource Management dengan nilai pendidikan Islam dalam pengembangan guru sekolah dasar, sedangkan secara praktis dapat dijadikan rujukan bagi sekolah Islamdalam menyusun strategi pengelolaan SDM yang lebih adaptif dan berkelanjutan.</p> 2026-07-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Indah Susi Irianti, Wahyu Haspri Nur Taryanti, Iim Fatimah, Harun Joko Prayitno, Indri Indri https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2470 Dampak Kemiskinan terhadap Partisipasi dan Kualitas Pendidikan di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Periode 2015–2025 2026-07-06T06:33:31+07:00 Dita Tri Mulyani dita@samawa-university.ac.id Dhea Zahra Zahira dita@samawa-university.ac.id <p>Riset tentang kemiskinan dan pendidikan di Indonesia telah berlangsung cukup panjang, namun hampir selalu bergerak di jalurnya masing-masing: sebagian mengukur pengaruh pendidikan terhadap penurunan kemiskinan, sebagian menelusuri determinan putus sekolah, dan sebagian lagi mendokumentasikan ketimpangan kualitas antardaerah. Kajian yang secara eksplisit menyatukan kelima dimensi dampak — partisipasi, risiko putus sekolah, kualitas pendidikan, kesenjangan antarwilayah, dan kesenjangan digital — dalam satu kerangka analitis yang menunjukkan bagaimana dimensi-dimensi itu bekerja saling memperkuat, belum tersedia dalam literatur Indonesia. Kajian ini mengisi celah tersebut melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 28 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara 2015 dan 2025 dari Google Scholar, SINTA, Garuda, dan DOAJ. Tingkat kemiskinan nasional sebesar 9,03% atau setara 25,22 juta jiwa berkorelasi langsung dengan pola partisipasi pendidikan yang menyusut dari Angka Partisipasi Kasar SD 104,76% hingga hanya 84,13% di SMA — selisih yang mencerminkan penyaringan ekonomi yang berlangsung jauh sebelum ujian akhir. Argumen sentral kajian ini adalah bahwa kemiskinan tidak bekerja sebagai hambatan tunggal melainkan melalui pola compounding disadvantage, di mana setiap dimensi memperburuk dimensi lainnya, sehingga intervensi parsial tidak akan pernah cukup untuk memutus mekanisme itu.</p> 2026-07-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Dita Tri Mulyani, Dhea Zahra Zahira https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2474 RANCANGAN E- MODUL IPA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI BAHAN AJAR SMP DI KECAMATAN SUMBAWA 2026-07-06T09:50:14+07:00 Eryuni Ramdhayani yuniramdayani89@gmail.com Syafruddin Syafruddin syafruddinfkip@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kelayakan Modul Elektronik&nbsp; IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa; 2) Untuk mengetahui respon Guru dan siswa terhadap Modul Elektronik&nbsp; IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&amp;D) dengan mengacu pada prosedur pengembangan Borg dan Gall. Prosedur pengembangan menurut Borg dan Gall terdiri dari sepuluh langkah diantaranya: 1) penelitian dan pengumpulan informasi termasuk kajian literatur, observasi kelas, dan membuat kerangka kerja penelitian; 2) melakukan perencanaan termasuk keterampilan mendefinisikan, menyatakan tujuan, menentukan urutan untuk penelitian dan menguji kelayakan skala kecil; 3) mengembangkan bentuk produk awal ( <em>draft</em> awal produk); 4) melakukan uji coba lapangan permulaan; 5) melakukan revisi terhadap produk utama; 6) melakukan uji lapangan utama; 7) melakukan revisi produk operasional; 8) melakukan uji lapangan operasional; 9) melakukan revisi produk akhir; 10) melakukan penyebaran dan implementasi produk. Prosedur pengembangan hanya dilakukan sampai tahap Uji coba lapangan utama karena keterbatasan waktu. Instrument dalam penelitian ini adalah angket validasi dan angket respon guru dan siswa. Kelayakan Modul Elektronik IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa oleh validasi aspek materi dengan kategori’sangat layak’, aspek media dengan kategori’sangat layak’, aspek bahasa dengan kategori ’sangat layak’. Respon Guru dan Siswa Terhadap Modul Elektronik&nbsp; IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa oleh praktisi pendidikan dengan kategori ‘baik’ dan respon siswa SMPN 4 Sumbawa dengan kategori ‘sangat baik’ dan SMPN 5 Sumbawa dengan kategori ‘sangat baik’.</p> 2026-07-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Eryuni Ramdhayani, Syafruddin Syafruddin https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2493 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 MARONGE 2026-07-17T06:58:47+07:00 Riadi Suhendra riadi.unsa@gmail.com Rini Qurratul Aini riniqurratulaini@gmail.com <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, Tempat di laksanakannya penelitian ini adalah di SD Negeri 1 Maronge. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Negeri 1 Maronge tahun pelajaran 2024/2025. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus di kelas IV SD Negeri 1 Maronge, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan media gambar terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf argumentasi siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase ketuntasan belajar klasikal yang semula pada sebesar 44% pada siklus I sebanyak 14 siswa menjadi 100% pada siklus II sebanyak 25 siswa. Pada pelaksanaan siklus I, siswa masih menghadapi berbagai kendala seperti kesulitan menyusun argumen yang logis, keterbatasan kosakata, serta rendahnya motivasi dalam menulis. Selain itu, guru juga belum maksimal dalam menyampaikan tujuan pembelajaran dan memilih media yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II melalui penguatan materi, bimbingan yang lebih intensif, serta penggunaan media gambar yang lebih relevan dan menarik, partisipasi serta hasil belajar siswa meningkat secara signifikan. Perubahan positif juga tampak dari aspek afektif dan partisipasi siswa, di mana mereka menjadi lebih aktif bertanya, memahami tugas dengan baik, dan menunjukkan fokus yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Riadi Suhendra, Rini Qurratul Aini https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2494 PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN BANTUAN MEDIA SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 SATAP PLAMPANG 2026-07-17T07:11:53+07:00 Abdul Rahim abdulrahimunsa@gmail.com Rini Qurratul Aini riniqurratulaini@gmail.com <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tempat di laksanakannya penelitian ini adalah di SMP Negeri 5 SATAP Plampang tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 SATAP Plampang tahun pelajaran 2024/2025. Adapun jumlah siswa yang diteliti sebanyak 19 orang siswa sedangkan Objek penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan media sosial pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan Berdasarkan pelaksanan tindakan siklus I dan siklus II pada pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri SATAP Kecamatan Plampang dengan menggunakan metode media sosial yaitu media facebook dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode media sosial berhasil meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa, pada pelaksanaan siklus I ketuntasan klasikal sebesar 57,89% meningkat pada siklus II menjadi 100%.. Begitu juga dengan hasil tindakan observasi pada siklus I dan II juga mengalami peningkatan pada siklus II terutama pada tindakan siswa, pada siklus I kegiatan observasi siswa tergolong masih rendah dikarenakan beberapa hal, diatanya yaitu 1) tidak ada siswa yang aktif bertanya kepada guru 2) beberapa siswa masih belum mendengarkan penjelasan guru 3) beberapa siswa masih belum aktif dalam diskusi. Menjadi meningkat pada siklus II.&nbsp; Semua aspek kegiatan siswa pada siklus II mengalami peningkatan. Seluruh siswa mengikuti pembelajaran dengan baik dan keselurahan aspek observasi siswa pada siklus II terpenuhi.</p> 2026-07-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Abdul Rahim, Rini Qurratul Aini https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2543 ANALISIS PEMANFAATAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH OLEH GURU DAN PESERTA DIDIK DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN 2026-07-30T20:53:27+07:00 Ade Safitri adesafitri88@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah oleh guru dan peserta didik dalam mendukung proses pembelajaran. Sarana dan prasarana merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena berperan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan kondusif. Namun, pada praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti pemanfaatan fasilitas yang belum optimal, keterbatasan ketersediaan sarana, serta kurangnya pemeliharaan fasilitas sekolah.<br>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah telah mendukung pelaksanaan proses pembelajaran, terutama dalam penggunaan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, media pembelajaran, serta perangkat teknologi informasi. Guru memanfaatkan berbagai fasilitas untuk meningkatkan kualitas penyampaian materi, sedangkan peserta didik menggunakan fasilitas sekolah sebagai penunjang kegiatan belajar baik di dalam maupun di luar kelas. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan jumlah fasilitas, pemanfaatan yang belum merata, serta kurang optimalnya pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengelolaan, pemeliharaan, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas sekolah agar dapat mendukung proses pembelajaran secara lebih efektif dan berkelanjutan.</p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ade Safitri https://www.e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/2544 IMPLEMENTASI MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS DI SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KUALITAS PEMBELAJARAN 2026-07-30T20:57:29+07:00 Ade Safitri adesafitri88@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen layanan khusus di sekolah serta kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi manajemen layanan khusus yang direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara efektif mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan kondusif. Selain itu, layanan khusus juga meningkatkan motivasi belajar, mendukung perkembangan potensi peserta didik, serta membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran secara lebih optimal. karena itu, pengelolaan layanan khusus yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran di sekolah.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ade Safitri